Minggu, 06 Oktober 2013



Sistem Informasi Psikologi
Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema dan dari bahasa Yunani yaitu sustema. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari kompoen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
            Sistem juga merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak.
Menurut sistem dari beberapa tokoh :
Menurut Ludwig Von Bartalanfy
sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut dengan lingkungan.
Menurut Anatol Raporot
sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
Menurut L.Ackof
menyebutkan bahwa sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
Dari pengertian diatas  sistem adalah satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain.

Pengertian informasi
Informasi adalah suatu kebutuhan pokok bagi kita. Dalam hidup bermasyarakat kita tidak dapat terlepas dari pentingnya informasi yang dapat di peroleh dari berbagai media, baik media cetak, elektronik, maupun dari kecanggihan internet.
           Secara Etimologi, Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi juga dapat diartikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Menurut George R. Terry, Ph. D,
informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.

Menurut Gordon B. Davis,
 informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Dari pengertian diatas bahwa informasi adalah data yang diolah sehingga menjadi berguna untuk pengetahuan

Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato dalam buku Psikologi Umum oleh Kartini Kartono pada tahun 1996, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan).
Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV, yang berarti lembaga hidup (levensbeginsel), atau daya hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.
Perkataan tingkah laku/perbuatan mempunyai pengertian yang luas sekali. Yaitu tidak hanya mencakup kegiatan motoris saja seperti berbicara, berjalan, berlari-lari, berolah-raga, bergerak dan lain-lain, akan tetapi juga membahas macam-macam fungsi seperti melihat, mendengar, mengingat, berpikir, fantasi, pengenalan kembali, penampilan emosi-emosi dalan bentuk tangis, senyum dan lai-lain.
Kegiatan berpikir dan berjalan adalah sebuah kegiatan yang aktif. Setiap penampilan dari kehidupan bisa disebut sebagai aktivitas. Seseorang yang diam dan mendengarkan musik atau tengah melihat televisi tidak bisa dikatakan pasif. Maka situasi dimana sama sekali sudah tidak ada unsur keaktifan, disebut dengan mati.
Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990)
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
Menurut Dakir (1993)
psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Menurut Muhibbin Syah (2001)
psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Dari pengertian diatas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
Sistem Informasi Psikologi
Dari penjelasan diatas mengenai sistem informasi psikologi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan pengguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Dan Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.

Daftar pustaka

Jumat, 15 Maret 2013

Psikologi psikoterapi


a.            Pengertian psikoterapi
Psikoterapi lahir pada abad pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni”psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau sederhananya jiwa dan “herapy” dari bahasa Yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang”. Dalam Oxford English Dictionary, perkataan “psychotheray” tidak tercantum, tetapi ada perkataan “psychotherapeutic” yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan menggunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis. Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
b.       Tujuan psikoterapi
Berikut ini akan diuraikan mengenai tujuan dari psikoterapi secara khusus dari beberapa metode dan teknik psikoteapi yang banyak peminatnya, dari dua tokoh yakni Ivey dan Corey
Tujuan psikoterpi dengan pendekkatan psikodinamik menurut Ivey adalah: Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekontruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
Tujuan psikoterapi ndengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey: Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewatdan bekerja melalui konflik-konflik yangb ditekan melalui pemahaman inteketual.
Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Rogerian terpusat pada pribadi  menurut Ivey : perilaku yang lebih bisa menyesuaikan. Arah perubahan perilaku yang khusus ditentukan oleh klien. Corey menjelaskan mengenai hal ini sebagai berikut :
Terapi perilaku bertujuan untuk menghilangkan perilaku yang maladaptive dan lebih banyak mempelajari perilaku yang efektif. Memusatkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dan mencari apa yang dapat dilakukan terhadap perilaku yang menjadi masalah. Klien berperan aktif dalam menyusun tujuan terapi dan menilai bagaimana tujuan-tujuan ini bisa tercapai.
Sehubungan dengan terapi berhavioristik Ivey menjelaskan mengenai tujuan pada terapi kognitif-behavioristik yakni : menghilangkan cara berpikir yang menyalahkan diri sendiri, mengembangkan cara memandang lebih rasional dan toleran terhadap diri sendiri dan orang lain. Selanjutnya perilaku yang nyata berdasarkan cara berpikir seperti itu.
Corey merumuskan mengenai kognitif-behavioristik dan sekaligus rasional-emotif terapi dengan menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara lebih rasional dan toleran. Untuk membantu pasien mempergunakan metode yang lebih ilmiah atau objektif  untuk memecahkan masalahemosi dan perilaku dalam kehidupan selanjutnya.
Tujuan psikoterapi dengan metode dan teknik Gestalt dirumuskan oleh Ivey sebagai berikut : agar se3seorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan bertanbggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.
c.     Unsur psikoterapi
Masserman menyebutkan 8 unsur psikoterapi :
a.         Peran sosial
b.        Hubungan (persekutuan tarapeutik)
c.         Hak
d.        Retrospeksi
e.        Reduksi
f.          Rehabilitasi, memperbaiki gangguan perilaku berat
g.         Rekapitulasi

d.    Perbedaan psikologi dan konseling
Menurut Johana E. Prawitasari (1992) menyebutkan bahwa konseling itu merupakan istilah yang berasal dari dunia pendidikan, sedangkan psikoterapi dari kedokteran. Konseling biasanya dipakai untuk orang yang relatif normal,sedangkan psikoterapi digunakan untuk klien yang terganggu mentalnya dan mempunyai masalah emosi yang berat. Pendekatan atau metode yang dipakai biasanya hampir sama, baik dalam konseling maupun psikoterapi.
L. M. Brammer membedakan antara psikoterapi dan konseling . “Konseling itu,” kata Brammer, “menekankan perencanaan yang lebih bersifat rasional, problem-solving, pembuatan keputusan, intensionalitas, pencegahan dari beberapa penyesuaian diri, mendorong timbulnya individual situasi yang menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari bagi orang normal.
Psikoterapi lebih mengarah kepada re-education of individual. Dasar bantuan psikoterapi adalah mencari persepsi dan perubahan secara jelas, mengintegrasikan kesadaran ke dalam kehidupan sehari-hari, memagari perasaan susah/sedih yang berasal dari pengalaman buruk di masa lalu. Psikoterapi menekankan intensitas dan tingkat keterlibatan yang lama dan lebih berhubungan dengan pengangguran beberapa permasalahan hidup
Di bagian lain Brammer mengemukakan bahwa konseling dan psikoterapi dipandang sebagai bidang kompetensi profesional yang saling berhubungan yang secara historis konseling digambarkan dengan kata : educational, vocational, supportive, situational, problem-solving, wajar dan sadar, normal saat sekarang, berjangka pendek. Sedangkan psikoterapi digambarkan dengan istilah supportive (dalam setting krisisi), recontructive, penekanannya lebih dalam, bersifat analisis, berfokus pada lampau, penekanannya pada neurotik, atau problem emosional yang lain dan jangka waktunya lama.
Robinson 1950 mengemukakan bahwa konseling adalah sebagai bantuan orang normal untuk memperoleh tingkat keterampilan penyesuaian yang lebih tinggi. Perubahannya dapat dilihat seperti meningkatnya tingkat kematangannya (matuirity), ketidaktergantungannya, integritas kepribadiannya, dan responsifnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka perbedaan konseing dan psikoterapi dapat dilihat dari beberapa aspek yang terdapat pada kolom berikut ini.
No.
aspek
Layanan konseling
Psikoterapi
1.
Ruang lingkup
Bagian dari program bimbingan konseling
Berada di luar bimbingan
2.
kedalam

-perencanaan yang rasional
-pemecahan masalah berhubungan dengan pemahaman diri dan lingkungan
Perubahan mendasar dari kepribadian
3.
Subyek/sasaran
-individu normal
-lebih menekankan individu/kelompok kecil
-individu yang mengalami disintegrasi kepribadian
-mengutamakan individu
4.
Orientasi / pendekatan
Menekankan kesinian dan kekinian
Menekankan masa lampau, simbolik dan mengaktifkan kembali alam ketidaksadaran
5.
setting
Sekolah, universitas, lembaga layanan masyarakat, organisasi kemasyarakatan
Klinik, rumah sakit, praktik pribadi
6.
Waktu
Relatif terbatas
Relatif lama (berhari-hari, minggu, bulan atau mungkin tahunan)
7.
Tujuan
Mengatasi tugas-tugas perkembangan
Mengatasi konflik-konflik dalam diri seseorang

e.  Pendekatan psikoterapi terhadap mental illnes
a)      Biological
Pendekatan yang lebih manusiawi. Berkembang saat itu adalah penyakit mental disebabkan karen kurangnya insulin.
b)      Psychological
Pendekatan ini berpengaruh pada sosial, ketidak mampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
c)       Sociological
Pendekatan ini meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, harus mempertimbangkan pengaruh proses sosialisasi yang berlatar belakangan kondisi sosio-budaya tertentu.
d)      Philosophic
Menentukan keinginan dan nilai pada kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang, pendekatan ini juga menghargai sistem nilai yang dimiliki klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.

f.       Bentuk utama terapi
Ada 3 bentuk utama dalam terapi yaitu
1.       Terapi suportif
Disebut juga sebagai psikoterapi hubungan menawarkan dukungan kepada pasien, pendekatan ini juga memeiliki tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu. Psikoterapi suportifadalah suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tyujuan menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkansuatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Untuk mengembalikan keadaan jiwa yang rapuh ataupun mengalami gangguan ke arah keseimbangan, yang terutama dilakukan adalah menekan ataupun mengontrol gejala-gejala yang terjadi dan untuk menstabilkan pasien ke dalam suasana yang aman dan terlindungi untuk melawan ataupun menghadapi tekanan yang mungkin saja berat naik yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan kecemasan dan dalam menghadapi frustasiatau eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi.

2.       Terapi reducative
Tujuannya adalah untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tukuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.

3.       Terapi reconstructive
Terapi ini tujuannya adalah untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensu penyesuaian yang baru.

Dapus :
Gunarsa, Singgih. D. 2007. Konseling dan Psikoterapi. PT. Ikrar mandiri abadi. Jakarta
IKAPI. (1997). Buku saku psikiatri. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Sholeh. Moh. 2008. Bertobat sambil berobat.penerbit hikmah. Jakarta
Simanjuntak, Julianto. (2008). Konseling gangguan jiwa dan okultisme. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.